Minggu, 20 November 2016

14 Oleh Oleh Khas Jakarta Yang Harus Di Coba

14 Oleh Oleh Khas Jakarta Yang Harus Di Coba

14 Oleh Oleh Khas Jakarta Yang Harus Di Coba | Untuk mendiami daerah, yang tidak rajin melakukan atas nama stagger ke Jakarta? Di bidang yang lebih tua setelah saya mencari tahu tidak tahu dengan mengacu Jakarta, setelah terdekat adalah memenuhi syarat atau asosiasi untuk melakukan ke Jakarta, rasanya benar-benar wah. Jakarta rasanya dingin, segar dan mewah. Bagi saya, telah mengatakan kepada Anda untuk melakukan ke Jakarta ditemani, bangga tidak di atas panggung. Jakarta sehingga loh, tempat seniman hidup sering masuk tivi.

Pada sehingga instan Aku sangat bersemangat sekali kerabat yang telah di menit kembali dari Jakarta memberikan kenang-kenangan, baik T-shirt atau rantai lapangan. Namun dalam retrospeksi, banyak produk seperti yang dan dijual dalam ketentuan di daerah kami. Tapi sekali lagi, meennn Jakarta ini .... Keren. Sekarang, mengingat saya telah hidup atas nama berbagai instan di Jakarta, dan masih berulang mengunjungi kota ini, saya melihat sekilas terdekat adalah fenomena memotivasi dengan mengacu pada souvenir apa-apa 14 Oleh Oleh Khas Jakarta Yang Harus Di Coba yang luar biasa dari Jakarta. Di bidang Selain pakaian, tas dan produk hal (menjadi) dari Tanah Abang atau Mangga Dua, Jakarta souvenir dari segera karena mengerucut menjadi produk makanan yang di sono barat sering disebut 'junk food'. Banyak era Saya menegaskan tentengan eksperimental menghuni oleh Soekarno-Hatta, dan produk-produk Dunkin Donuts Rotiboy tampaknya menempati peringkat focal digunakan sebagai souvenir atas nama kerabat di desa.

Waralaba gerai di Soekarno-Hatta cukup menyakitkan atas nama mendiami untuk mendapatkan itu. Di bidang Selain membuat souvenir, roti dan donat bermerek dapat dan akan digunakan sebagai mempertahankan perut sekali kekurangan makanan datang sekali menunggu atas nama pesawat atau pada tamasya di udara. Setelah di pinpoint keripik pare belanja Tanah Abang, saya mungkin akan mendengar seseorang dialek Indonesia Timur sedang melakukan percakapan melalui ponsel. "Ya anak, jadi bagaimana Rotiboy ayahnya membeli? ... Ya, ringkas Rotiboy ayahnya membeli ..." Kadang-kadang aku bertanya-tanya dan mengapa Rotiboy, produk authorize Malaysia, bisa seperti ngetop ini sebagai 'khas' Jakarta souvenir. Di bidang aktualitas saya pikir itu enaknya Rotiboy dimakan saat masih bersemangat, segar dari oven. Ketika dingin, roti akan benar-benar dan tempat yang sulit dengan cara ini menjatuhkan kesenangan. Lain lagi dengan seorang rekan saya di wilayah Sulawesi sehingga memiliki jalanan Jakarta. Dia cepat di sekitar pusat perbelanjaan untuk mencari sesuatu atas nama anak-anak mereka.

Apa yang dia mendapatkan? Sebuah kotak dari KFC ayam! "Yah Pak, di dekatnya adalah dan KFC seperti itu harus di dekatnya?" "Mari kita tinggalkan ..., terkemuka ini dibeli di Jakarta ..." Hmm, saya jadi berpikir, di mana saja penderitaan kue asli Jakarta? Mana tahu kita menegaskan untuk mendapatkan dodol Betawi, geplak bakar dan roti buaya? Mengapa nama-nama sehingga benar-benar hilang oleh pulang dibandingkan dengan produk makanan yang dikemas dalam metode authorize segar? Jakarta bahkan tidak sebanyak dibanding kota-kota di daerah seperti Medan yang memiliki Bolu Meranti, atau Yogyakarta, yang memiliki ratusan kios dan toko-toko yang tersebar di sudut-sudut yang berbeda dari kota ke pasar Bakpia Pathok. Jakarta setiap siang hari dibanjiri oleh mendiami yang tiba atas nama perjalanan siang hari atau perjalanan untuk pergi bekerja / perusahaan. Orang-orang dari daerah lain atau bahkan luar negeri tentu menegaskan kemampuan untuk mendapatkan souvenir. Namun sayangnya, hadiah sehingga benar pergi mengepung sebagai 'khas' dari Jakarta, dalam kenyataannya, adalah produk asing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar